Fungsi Lahan Berubah, Banjir Terus

Banjir Semarang 4 Februari 2014MENGAPA banjir yang terjadi di Semarang , Selasa 4 Februari 2014 bisa sedemikian luas ? Jawabannya adalah perubahan tata guna lahan yang tidak diantisipasi.

Seperti pernah saya sampaikan dalam 13 Penyebab Banjir, 1 Desember 2011 silam, hujan hanyalah salah satu penyebab banjir. Untuk Indonesia, ternyata faktor alam itu juga bukan yang paling dominan.

Untuk kasus Kota Semarang, banjir umumnya disebabkan oleh perubahan tata guna lahan di bagian hulu daerah aliran sungai, kondisi drainase yang buruk, dan penurunan tanah.

Seperti banjir akibat luapan Banjirkanal Timur, persoalannya tidak hanya pada daerah yang tergenang, tetapi di seluruh wilayah yang dilayani sungai tersebut. Aliran utama Banjirkanal Timur, berasal dari Kali Babon melalui pintu air di kawasan Klipang- Pucanggading. Adapun Kali Babon, aliran utamanya berasal dari Ungaran, melalui Kali Hutan Penggaron dan Banyumeneng, Mranggen, Demak. Perubahan tata guna lahan di Ungaran Timur, termasuk pembangunan Jalan Tol Semarang – Bawen, ternyata ikut mempengaruhi sungai ini. Hal itu antara lain terlihat di sungai yang dilintasi Jembatan Banyumeneng. Di sungai tersebut, sedimentasi terlihat sangat tebal, menandakan erosi yang terjadi juga tinggi.

Selain dari tempat itu, Banjirkanal Timur juga memperoleh aliran dari kawasan Tembalang, termasuk dari wilayah Ketileng, Klipang, Sendangmulyo, Sambiroto, dan Mangunharjo. Aliran air dari kawasan itu masuk ke Banjirkanal Timur di Gemah, melalui saluran di depan RSUD Kota Semarang dan saluran yang melintasi Jalan Kedungmundu, untuk kemudian.

Wilayah lain yang menyumbang air ke Banjirkanal Timur adalah kawasan Tandang dan Jomblang, antara lain melalui sungai di Jalan Saputan Raya dan Kali Mrican. Selain itu, air dari kawasan Tegalsari, Jomblang, dan Peterongan juga dibuang ke Banjirkanal Timur.

Untuk kondisi saat ini, dari berbagai kawasan itu, yang masih dan akan terjadi perubahan tata guna lahan adalah wilayah Tembala dan bagian utara Kecamatan Ungaran Timur. Karena itu, sangat penting untuk diupayakan agar fungsi lahan di kawasan ini tidak berubah.

Di sisi lain, sulit bagi Pemkot Semarang untuk meminta Pemkab Semarang menahan laju perubahan ini. Karena itulah, Gubernur harus turun tangan untuk memberikan solusi. (Purwoko-)

One thought on “Fungsi Lahan Berubah, Banjir Terus

  1. Ping-balik: Badai Fletcher, Jauh di Mata, Dekat di Bencana | Pemerhati Bencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s