Badai Fletcher, Jauh di Mata, Dekat di Bencana

 

Sumber BMKG

Sumber BMKG

Sumber BMKG

Sumber BMKG

HUJAN turun sepanjang hari, Senin 3 Februari 2014 malam sampai keesokan harinya, dan mengguyur Kota Semarang. Bencana pun tak terelakkan. Banjir terjadi di mana-mana.

Di ibu kota Jawa Tengah ini, banjir melanda jalur pantura, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan bahkan macet. Luapan Kali Beringin di wilayah barat, bukan hanya membuat permukiman warga tergenang, tetapi juga jalan Kendal-Semarang.

Banjir yang terjadi di kawasan real estate Anjasmoro, bukan hanya menggenangi rumah-rumah mewah di kawasan itu, tetapi juga jalan-jalan di kompleks perkantoran. Banyak pegawai pemerintah yang hendak bekerja di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, dan sejumlah kantor lain, harus mengurungkan niatnya. Bisa dipastikan, tempat kerja mereka juga terendam.

Lebih ke timur, Kali Banger juga meluap, membuat lantai dasar Rumah Sakit Pantiwilasa Citarum ikut tergenang. Ancaman banjir di kawasan itu juga dari Banjirkanal Timur yang sudah mulai meluap.

Lebih ke timur lagi, Kali Tenggang kembali meluap dan merendam perumahan Genuk Indah, Kelurahan Gebangsari; permukiman penduduk di Gebanganom, kelurahan Genuksari dan sekitarnya.

Di luar Kota Semarang, banjir juga menggenangi Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak. Bencana ini membuat arus lalu lintas di jalur Pantura nyaris lumpuh.

Banyak orang menuding hujan sebagai penyebab semua kemalangan itu. Tudingan tersebut memang ada benarnya. Potensi hujan yang turun Senin dan Selasa (3 – 4 Januari 2014), nampaknya dipengaruhi oleh tutupan awan yang meliputi seluruh Pulau Jawa. Hal itu nampak dari citra satelit yang ditunjukkan oleh BMKG melalui situs http://www.bmkg.go.id/.

Pembentukan awan itu, dipengaruhi pula oleh badai tropis Fletcher di selatan Indonesia, di dekat Australia. Menurut  Brisbane times.com.au, siklon yang masuk kategori satu tersebut, mulai mendarat di wilayah antara Karumba dan Gilbert River Mouth di Teluk Carpentaria, pukul 07:30, Senin 3 Februari 2014. Sejak masih berupa tekanan rendah, bibit badai tersebut sudah membentuk awan dan mendatangkan hujan.

Kita bisa bayangkan, walaupun berjarak 2.080 km dari lokasi badai Flatcher, tetapi Kota Semarang ternyata menerima dampak luar biasa. Selain banjir, longsor juga menimpa rumah di Pudakpayung. – Lanjut – (Purwoko)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s