Menikmati Keindahan Jogan dan Siung

GambarGambarGambarGambar

HUJAN rintik-rintik masih terus membasahi bumi, ketika saya dan Eduard Febriansyah, anak semata wayangku sampai ke Kabupaten Gunungkidul, Senin 23 Desember 2013 lalu. Tetapi demi mengejar waktu, kami terus berkendara ke arah selatan, menuju ke sebuah air terjun di tepi pantai, di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, atau sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta.

Setelah memasuki kawasan pantai-pantai di Gunungkidul, sepeda motor yang kami kendarai memang tak bisa melaju cepat. Selain karena jalan licin, rute di kawasan perbukitan kapur tersebut memang naik turun. Bahkan kami harus berkali-kali memperlambat laju kendaraan, karena berpapasan dengan bus pengangkut wisatawan.

Beberapa saat sebelum memasuki kawasan Pantai Siung, di sebelah kiri jalan terdapat papan petunjuk kecil dari kayu bertuliskan “Pantai Jogan”. Di dekatnya terdapat jalan menurun yang belum beraspal. Penduduk setempat hanya membangun jalan dari semen di kedua sisi jalan itu.

Tak jelas, mengapa tempat yang terletak di garis lintang : 8°10’49.02″S dan garis bujur : 110°40’34.92″T itu dinamai Pantai Jogan. Mungkin karena air terjun tersebut langsung jatuh ke lantai (jogan) lautan kidul.

Setelah memarkir sepeda motor, kami memang langsung disuguhi suara deburan ombak Samudera Indonesia yang terkenal garang. Di dekat tempat itu, terdapat sungai kecil dengan muara berupa air terjun yang langsung jatuh ke laut. Sementara di sekitarnya, terdapat tebing-tebing karang runcing, yang tingginya puluhan meter dari permukaan air.

Pemandangan tersebut sungguh berbeda dengan pantai-pantai di sebelah utara Pulau Jawa. Tumbukan lempeng Indoaustralia dan Euroasia yang terus menerus terjadi, bukan hanya menyebabkan kawasan ini rawan gempa dan tsunami, tetapi juga menghadirkan pemandangan alam yang indah.

Tumbukan lempeng secara terus menerus tersebut, membuat sisi selatan Pulau Jawa terus terangkat. Karang-karang yang jutaan tahun silam berada di dalam laut pun terangkat menjadi perbukitan kapur Gunungkidul. Kini jejak-jejak pengangkatan daratan tersebut, hadir dalam bentuk perbukitan karang di Pantai Jogan.

Melihat semua kebesaran Tuhan itu, rasa lelah yang kami rasakan setelah menempuh perjalanan selama enam jam dari Kota Semarang pun seakan hilang. Agar tak sia-sia, kami mencoba mengabadikan pemandangan itu.
Demi mendapat angle atau sudut pengambilan gambar yang lumayan, kami harus naik ke tepi tebing, persis di atas jurang. Dengan berpijak pada tepi karang, Eduard berusaha tampil keren.

Sayang, kami hanya bisa memotret menggunakan kamera HP Nokia Asha 200. Walaupun sudah cukup lumayan untuk di-upload di media sosial, tetapi hasilnya masih kalah jauh dibanding menggunakan SLR.

Pantai Siung

Puas menikmati karang-karang terjal, kami kemudian mendatangi Pantai Siung, di sebelah utara Pantai Jogan. Memasuki kawasan pantai, kami melihat banyak bus dan mobil dari berbagai kota di Jawa terparkir rapi di tepi pantai.
Sementara para pengunjungnya, banyak yang bermain di tepi pantai berpasir putih itu. Dari kejauhan, nampak karang-karang raksasa berdiri kokoh, walaupun terus menerus diterpa ombak.

Ketika air laut surut, para wisatawan memang bisa berjalan sampai di bawah karang-karang raksasa itu. Pada saat itu pula, para pecinta panjat tebing bisa menikmati tantangan mendaki karang, sambil menikmati keindahan pemandangan deburan ombak.

Sementara bagi wisatawan yang hanya ingin menikmati pemandangan, mereka bisa menyewa tikar sambil duduk-duduk di tepi pantai.
Sayang, semua itu tak bisa dinikmati ketika ombak besar dan laut pasang. Itu karena pada saat itu, air laut telah menggenangi sekitar karang-karang raksasa tersebut. Bagi orang yang bisa berenang pun, bermain air terlalu ke tengah adalah sangat berbahaya. Ombak yang besar, dapat sewaktu-waktu menghempas dan menyeret kita ke tengah laut.

Walaupun demikian, pengunjung dapat mengabadikan pemandangan tersebut dengan kamera. Melalui keindahan panorama alam tersebut, kita bisa terus mengingat kebesaran Tuhan yang telah menciptakan semua itu. (Purwoko-)

One thought on “Menikmati Keindahan Jogan dan Siung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s