Gempa Bali dan Ancaman Gempa Besar

PULAU Bali, Kamis 13 Oktober 2011 kemarin diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter dengan intensitas 4 MMI. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.16 WIB dengan pusat gempa di 143 kilometer barat daya Nusa Dua pada kedalaman 10 km.

Walaupun korban yang ditimbulkan tidak sehebat peristiwa gempa Yogyakarta, Tsunami Pengandaran, dan Tsunami Aceh, namun peristiwa tersebut tetap patut diwaspadai. Hal itu karena Pulau Dewata ini, secara geologis memang sangat berisiko diguncang gempa-gempa besar.

Seperti diketahui, Bali, Nusatenggara, dan Jawa berada di sebelah utara dekat dengan pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia.

Pergerakan lempeng yang sama, juga pernah menyebabkan gempa di Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah, 27 Mei 2006 lalu pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Menurut pemantauan United States Geological Survey (USGS), kekuatan gempa tersebut mencapai 6,2 pada skala Richter.

Pergerakan lempeng Eurasia dan Indoaustralia, juga pernah mengakibatkan gempa yang mengguncang Cilacap Jawa Tengah dan Pangandaran Jawa Barat, 17 Juli 2006 lalu pukul 15.19 Wib berkekuatan 6,8 Skala Richter. Episentrum gempa berada pada kedalaman kurang dari 30 km di titik 9,4 Lintang Selatan, dan 107,2 Bujur Timur. Pusat gempa tepatnya berada di sebelah selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 150 km, dan merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indoaustralia dan Eurasia.

Gelombang tsunami akibat gempa tersebut menerjang pantai selatan Jawa Barat, seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran Kabupaten Ciamis, pantai selatan Cianjur, Sukabumi,  Cilacap, Kebumen, dan pantai selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ratusan jiwa tewas akibat terjangan tsunami, ribuan orang cedera, dan puluhan jiwa hilang.

Bencana geologi di Indonesia yang paling besar abad ini, adalah gempa dan megatsunami di Samudra Indonesia sebelah barat Sumatera, 26 Desember 2004. Tercatat sekitar 230 ribu jiwa di 14 negara tewas akibat gelombang yang menghancurkan pelabuhan ini.  Sementara jumlah sesungguhnya, bisa lebih besar dari angka tersebut.

Negara-negara yang menerima dampak buruk dari bencana ini, yakni Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Maladewa, Malaysia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, Afrika Selatan, Yaman, Kenya, dan Madagaskar.

Sumber-sumber resmi pemerintah di berbagai negara menyebut gempa yang memicu tsunami ini disebabkan pergerakan pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia. Namun sumber-sumber lain menyebutkan, tsunami tersebut dipicu oleh ledakan nuklir.

Dalam buku “111 Konspirasi Menghebohkan Dunia” (conspiracy theories) karya Jemie King (2010), muncul nama dua negara yang dicurigai meledakkan bom tersebut, yakni Amerika Serikat dan India.

Menurut teori dalam buku itu, Amerika Serikat dicurigai sengaja membuat tzunami di Indonesia, untuk menguasai minyak di Aceh. Kecurigaan itu muncul, karena segera setelah tsunami, 2 ribu marinir Amerika Serikat datang ke Aceh untuk menguasai sebagian wilayah itu.

Selain teori itu, ada pula yang meyakini bahwa bom nuklir tersebut bukan diledakkan oleh Amerika Serikat, melainkan India. Pada saat itu negeri Shahrukh Khan itu sedang melakukan percobaan peledakan nuklir di Samudra Hindia, tepatnya di daerah yang disebut The Five Belt. Tindakan India tersebut, semula dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan terhadap Pakistan.

Pertanyaan yang muncul kemudian, mungkinkan gempa-gempa dan tsunami lain di Indonesia juga merupakan buah kesengajaan. Atau paling tidak merupakan dampak tidak langsung dari gempa Aceh tahun 2004 lalu.

Biarlah waktu yang menjawab pertanyaan tersebut, karena di muka bumi ini sebenarnya tak ada satu rahasia pun yang benar-benar tersimpan. Mungkin teori-teori konspirasi seperti ini, suatu saat nanti akan terbuka, oleh upaya-upaya orang-orang seperti Julian Paul Assange, journalist dan bos dari WikiLeaks.

Namun demikian, apapun teori yang muncul, gempa dan tzunami tetap harus diwaspadai, terutama oleh penduduk di negara-negara yang wilayahnya terdapat pertemuan lempeng dan patahan bumi. ()

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s