Kaliurang Rusak Parah

Pascaletusan Merapi, Kaliurang Rusak (Foto: Purwoko)

TAMAN Nasional Gunung Merapi yang juga dikenal sebagai objek wisata Kaliurang, Sleman Yogyakarta, rusak parah setelah diterjang awan panas saat erupsi Merapi, 26 November 2010 lalu. Sebagian besar pepohonan di perbukitan di bagian timur kawasan itu meranggas dan ada yang tumbang. Sisa-sisa debu dan pasir vulkanik juga masih banyak terdapat di lokasi itu. Batang dan ranting pepohohonan juga berserakan di kawasan itu.

Awan panas yang menerjang kawasan itu, suhunya diperkirakan masih mencapai 500 derajat celcius dan sangat mematikan. Namun uniknya, kera-kera yang sudah ratusan tahun hidup di kawasan itu banyak yang selamat. Diduga, saat bencana terjadi, mereka berhasil menyelamatkan diri di hutan di lereng bukit sebelah barat. Menurut pengamatan, pepohonan di bagian itu memang masih hijau.

Menurut Siswanto, anggota Polisi Hutan KPH setempat, pihaknya belum berani untuk membersihkan batang dan ranting pepohonan yang rusak. Untuk pembenahan kawasan itu memang masih harus menunggu instruksi dari Kementerian Kehutanan. Hal itu karena kawasan tersebut merupakan daerah konservasi.

Menurun

Lebih lanjut Siswanto mengatakan, pascaletusan Merapi, jumlah pengunjung di objek wisata itu mengalami penurunan. ”Akhir-akhir ini jumlah pengunjung tinggal sekitar 30 persen,” kata dia.

Sebelum bencana, pada saat liburan Natal, tahun baru, dan Lebaran pengunjung bisa datang menggunakan belasan bus. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Namun setelah letusan Merapi, jumlah pengunjungnya turun drastis.  Walaupun hari libur tahun baru, Minggu 2 Januari 2011 lalu pengunjung yang datang secara berombongan menggunakan bus bisa dihitung dengan jari.

Pada hari libur, jalan menuju kawasan itu biasanya juga dipadati kendaraan. Namun hari itu kendaraan yang melalui kebanyakan mobil pribadi dan sepeda motor. Pengunjung yang datang ke kawasan itu umumnya ingin melihat dampak letusan Merapi.

”Kalau pengunjung yang menuju ke daerahnya Mbah Maridjan malah meningkat,” kata dia. (Purwoko Adi Seno)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s