Banjir Semarang, Persoalan Tiada Akhir

Banjir Semarang, Persoalan Tiada Akhir

ADA sebuah pengalaman berharga yang saya dapatkan Senin (9-2-2009) lalu. Pagi itu dengan semangat tinggi, saya berangkat dari rumah di Klipang, Kelurahan Sendang Mulyo, kecamatan Tembalang ke Kaligawe.

Pada hari-hari biasa, perjalanan tersebut paling lama saya tempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Namun hari itu, perjalanan yang mestinya singkat itu, membutuhkan waktu jadi 3 jam.

Semua itu hanya karena satu kata, yakni banjir. Biasanya, saya perjalanan dari rumah saya tempuh melalui Perumnas Telogosari, Ngablak, dan Genuk Indah.

Tetapi akibat banjir selama dua hari, genuk berubah jadi danau yang sangat luas. Hampir tak ada kendaraan kecil dan sepeda motor yang bisa lewat dengan selamat.

Semuanya mogok dan pengendaranya harus mendorong sampai ke tempat yang agak tinggi, untuk kemudian membuka bengkel dadakan.

Lantaran tak mau repot, saya memilih jalur lain yakni melalui Jl Wolter Monginsidi. Memang di jalur tersebut saya sempat menemui genangan, tetapi rintangan itu tak membuat jupiter z yang merupakan kendaraan dinas sampai mogok.

Tetapi, sesampai di Jalan Kaligawe, hambatan yang lebih menghadang. Di jalur tersebut terlihat berbagai kendaraan besar berhenti.

Sebagai pengendara yang lihai, saya nekat masuk ke kemacetan dengan harapan bisa mencari celah untuk lewat. Tetapi harapan saya itu akhirnya musnah. Setelah sekitar 500 meter melalui traffic light di pertigaan Jl Kaligawe – Jl Walter Monginsidi, lalu lintas benar-benar macet. Bahkan sepeda motor yang biasanya dapat menelusup di sela-sela kendaraan besar, saat itu juga harus berhenti total.

Saat itu saya benar-benar merasa aneh. Sejak lahir, belum pernah saya temui kemacetan seperti ini di Semarang.

Sekitar dua jam tigapuluh menit saya terjebak macet di Kaligawe. Namun rupanya ujian yang saya hadapi belum berakhir. Saat itu, tiba-tiba ban depan saya kempis dan anginnya habis.

Tak mungkin dalam kondisi seperti itu ada tukang tambal ban yang buka. Sehingga akhirnya, dengan kondisi ban depan kempis, saya nekat mengendarai sepeda motor hingga ke kantor.

Banyak Persoalan

Sebenarnya, ada banyak persoalan yang menyebabkan Jl Kaligawe bisa semacet itu. Selain jumlah kendaraan yang melewatinya memang banyak, juga tak ada alternatif lain untuk jalur transportasi nasional itu.

Sekitar tujuh tahun silam, memang pernah ada rencana untuk membuat jalan alternatif dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga Demak. Namun rupanya, rencana tersebut hanyalah tinggal rencana.

Selain itu ada sebuah persoalan yang sejak dahulu tak pernah tertangani, yakni banjir. Ruas jalan Kaligawe, semula masuk dalam dua daerah aliran sungai (DAS), yakni Tenggang dan Sringin.

Sebelum jalan itu ditinggikan, banjir dari dua sungai itu menggenangi jalur tersebut. Namun setelah peninggian dilakukan, wilayah selatan jalan lebih banyak masuk ke DAS Tenggang, sedangkan wilayah utara masuk ke DAS Sringin.

Persoalannya adalah, kedua sungai yang masuk wewenang pemerintah kota itu, tak pernah diperbaiki hingga tuntas. Wacana untuk menormalisasi Kali Tenggang misalnya, pernah muncul sekitar tiga tahun silam.

Proyek itu pun sudah pernah dianggarkan dalam APBD Kota Semarang. Tetapi fakta menunjukkan bahwa persoalan banjir akibat luapan Kali Tenggang tak pernah terselesaikan.

Nampaknya, pemerintah kota memang tak pernah menjadikan persoalan banjir sebagai prioritas. Atau jangan-jangan, justru persoalan ini dibiarkan, agar ketika banjir terjadi Walikota bersama para stafnya bisa unjuk diri, dengan berperan sebagai dewa penolong.

Atau jangan-jangan pula, proyek normalisasi saluran memang tak akan pernah dituntaskan, agar ada proyek sejenis untuk tahun depan.

Entah bagaimana, tetapi faktanya rakyat makin menderita dan mereka mungkin tak akan pernah bebas dari penderitaan itu. (Purwoko)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s