Kerak Bumi Menggeliat

GEMPA bumi yang mengguncang Nusa Tenggara, Kamis (7-8-2008), makin menegaskan bahwa Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Dalam kurun waktu satu atau dua dekade mendatang, dunia mungkin juga tak akan melupakan hari Minggu 26 Desember 2004. Pagi itu sekitar pukul 7:58:53, tiba-tiba bumi Aceh berguncang hebat.

Menurut data Badang Meteorologi dan Geofiksika, gempa berkekuatan 9,3 ini berpusat di 3,298° LU dan 95,779° BT, kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh, sedalam 10 kilometer. Beberapa menit setelah gempa, tiba-tiba gelombang air raksasa  menghantam dari arah laut. Tsunami, demikian orang memberikan nama pada gemlombang mematikan seperti itu.

Peristiwa serupa juga terjadi di Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Malaysia, Maladewa, Seychelles, Tanzania, Bangladesh, Afrika Selatan, Kenya, dan Madagaskar pun terkena akibatnya. Tercatat 150.000 orang tewas di Indonesia dan negara-negara itu.

Segera setelah bencana itu, ribuan relawan dari berbagai negara berdatangan untuk memberikan pertolongan. Baik dengan kekuatan bangsa sendiri maupun bantuan dari berbagai negara, upaya pemulihan pun dilakukan.

Namun ketika semua proses itu rampung, pada 27 Mei 2006 Indonesia kembali harus menangis. Pagi itu pada pukul 05:55 WIB, gempa kembali terjadi. Kali ini wilayah yang terkena adalah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah.

BMG mencatat gempa tersebut berkekuatan 5,9 Skala Richter, sedangkan Badan Survey Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) mencatat 6,2.

Lokasi gempa menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terjadi di koordinat 8,007 LS dan 110,286 BT, pada kedalaman 17,1 km. Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 110,31 LS dan 8,26 BT, pada kedalaman 33 km.

USGS memberikan koordinat 7,977 LS dan 110,318 BT pada kedalaman 35 km. Hasil yang berbeda tersebut dikarenakan metode dan peralatan yang digunakan berbeda-beda. Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami.

Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.

Meski tak sebesar Aceh dan tak menimbulkan tsunami, namun peristiwa tetap menimbulkan banyak korban.

Menurut laporan Departemen Sosial Republik Indonesia pada 1 Juni 2006 pukul 07:00 WIB, korban mencapai 6.234 orang. Rincian jumlah korban itu, Yogyakarta 165 orang, Kulon Progo 26 orang, Gunung Kidul 69 orang, Sleman 326 orang, Klaten 1.668 orang, Magelang 3 orang, Boyolali 3 orang, Purworejo 5 orang, Sukoharjo 1 orang, dan korban terbanyak di Bantul 3.968 orang. Selain mereka korban luka berat mencapai 33.231 orang dan 12.917 lainnya menderita luka ringan.

Kabupaten Bantul merupakan daerah yang paling parah terkena bencana. Informasi menyebutkan sebanyak 7.057 rumah di daerah ini rubuh.

Penulis yang tiba di Klaten pukul 12:00 menyaksikan rumah-rumah runtuh dalam wilayah yang sangat luas. Saat itu rumah-rumah sakit di Klaten dan Surakarta juga dipenuhi para korban luka.

Secara umum, gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan aktivitas gunung api, tumbukan antar lempeng tektonik (gempa tektonik), runtuhan batuan, dan menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam (jarang terjadi) seperti Dam Karibia di Zambia Afrika. Bisa pula terjadi akibat injeksi atau akstraksi cairan dari atau ke dalam bumi (jarang terjadi), seperti di beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal.

Gempa bisa juga terjadi akibat peledakan bom. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi. (Purwoko Adi Seno)

One thought on “Kerak Bumi Menggeliat

  1. Ping-balik: Tsunami, Gelombang yang Menghancurkan « guswik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s