Bumi Tak Pernah Diam

.

TUHAN Maha Besar dan Maha Adil. Itulah kalimat pertama yang saya ucapkan, ketika akhirnya tahu bahwa bumi ini ternyata tak pernah diam. Ya…. alam semesta ini pun ternyata dinamis.

 

Di Galaksi Bima Sakti misalnya, Matahari selalu bergolak dan melepaskan panasnya ke sekitarnya hingga ke planet-planet. Sedangkan planet-planet, selain benda-benda angkasa itu berputar pada porosnya sendiri, benda-benda angkasa itu juga dengan setia berputar mengelilingi matahari.

 

Dinamika alam juga terjadi di planet-planet tersebut Bumi. Perputarannya mengelilingi matahari, menyebabkan musim selalu berganti. Di negeri tropis, penduduknya sudah hapal kapan musim hujan dan kapan kemarau. Sedangkan di negara-negara non tropis, biasanya memiliki empat musim yakni panas, gugur, dingin, dan semi.

 

Pergerakan bumi juga terjadi pada permukaannya. Alfred Wegener (1880-1939), pada tahun 1915 menerbitkan sebuah buku The Origin of Continents and Oceans. Dalam buku itu dia mengemukakan, bahwa benua yang padat sebenarnya terapung dan bergerak di atas massa yang relatif lembek (continental drift).

 

Gravitasi dianggap sebagai penyebab utama dari semua pergerakan lempeng. Gaya gravitasi menarik lempeng yang tersubduksi karena bagian itu memang lebih tua dan lebih berat bobotnya. Kemudian karena tertarik, ada celah di tengah punggung samudera yang kemudian terisi material dari dalam mantel.

 

Akibat pergerakan itu, sekitar 300 juta tahun silam, benua-benua di muka bumi ini bersatu membentuk maha benua yang disebut Pangea. Saat itu di permukaan bumi sudah ada kehidupan, walaupun masih dalam bentuk yang masih sederhana.

Sekitar 135 juta tahun lalu, Pangea kemudian terpecah menjadi menjadi Gondwana dan Laurasia. Gondwana mengapung ke arah selatan sedangkan Laurasia mengapung ke arah utara. Australia, India, Antartika, Irian Jaya, dan bagian-bagian Pulau Sulawesi merupakan bagian dari Gondwana.

Pergerakan kerak bumi terus terjadi, hingga 65 juta tahun silam Laurasia kemudian terpecah lagi Amerika Utara dan Eurasia. Selain itu Amerika Selatan juga bergerak menjauh dari Afrika Selatan.

Saat ini India bergabung dengan Eurasia. Australia yang semula merupakan bagian dari Gondwana, kemudian juga terpisah. Autralia semula tetap bergabung dengan antartika, sampai kira-kira 55 juta tahun silam. Pemisahan itu disebabkan adanya keretakan yang terus melebar di antara kedua
benua tersebut.

Pergerakan itu pula yang kemudian membuat wajah bumi selalu berbeda dari waktu ke waktu. Selain itu pergerakan lempeng kerak bumi juga selalu menyebabkan gempa. (Purwoko Adi Seno)

Sumber :
1. Makalah Geologi tentang Museum Geologi Bandung,
Anak Ciremai, Site: http://xipemai.wordpress.com
2. Bumi yang Gelisah, Sue Bowler, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2003.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s