UFO Kunjungi Jawa Timur

ADA yang aneh di langit Jawa Timur Kamis (24/7/2008) pukul 19.30-20.00 WIB. Rizqinofa Putra M, seorang warga Sedati melihat sebuah aneh bercahaya.
Pemandangan aneh serupa juga disaksikan Christian Haris di pusat kota Surabaya. Redaktur Tabloid Nyata (Jawa Pos Group) ini melihat bola berwarna bergerak cepat.
Benda itu juga sempat mampir di atas bandara Juanda. Namun anehnya pihak bandara juga menyatakan radar mereka tak menangkap benda aneh tersebut. ”Di radar kami tidak menangkap benda aneh apapun. Saat ini saya bersama petugas dan pemimpin bandara pengawas. Kami sudah cek,” kata Humas Angkasa Pura I, Edmundos Priyono kepada detiksurabaya.com, Jumat (25/7/2008).
Entah memang tidak tertangkap radar, atau informasinya sengaja disembunyikan, namun penampakan itu tak hanya dilihat oleh satu orang. Bahkan saksi mata bukan hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Kudus Jawa Tengah yang berjarak sekitar 210 km.
Saksi mata itu adalah WD Adjie. Dia mengaku sempat melihat benda melayang di udara dengan penuh cahaya hijau, saat dalam perjalanan Demak-Kudus, Kamis (24/7/2008) sekitar pukul 18.45 WIB.
Benda itu kata dia melintas di langit dari arah selatan menuju ke utara-timur. Sepertinya, UFO (unidentified flying object) tersebut memang sedang dalam perjalanan dari barat ke timur.

UFO di Masa Lalu
Penampakkan UFO atau beta (Benda terbang aneh) memang bukan hanya pertama kali terjadi. Dalam kisah Ramayana yang merupakan Sastra Hindu Kuno, pernah diuraikan tentang sebuah mesin terbang rumit. Cerita ini menimbulkan spekulasi bahwa mesin terbang tersebut adalah UFO.
Penulis Romawi, Iulius Obsequens, menulis bahwa pada tahun 99 SM, ”di Tarquinia menjelang matahari terbenam, objek bulat, seperti globe, perisai bundar atau bulat, terbang di langit dari barat menuju timur”.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, Usaid bin Hudhair melihat gumpalan awan yang menyerupai payung. Awan tersebut terlihat sangat indah dihiasi dengan benda berkedip-kedip seperti lampu bergantungan, terang bercahaya. Akhirnya awan tersebut terbang lebih tinggi kemudian menghilang
Pada tanggal 24 September 1235, Jendral Yoritsune dan pasukannya mengamati bola aneh bercahaya yang terbang dengan pola tak beraturan di langit malam dekat Kyoto, Jepang.
Pada tanggal 14 April 1561, langit di atas Nuremberg, Jerman, dilaporkan bahwa dipenuhi oleh banyak objek yang tampaknya sedang melakukan pertempuran di udara. Menurut cerita, bola-bola kecil dan cakram-cakram muncul dari tabung besar.
Pada Juli 1868, penyelidik BETA mendokumentasikan penampakan piring terbang di kota Copiapo, Chili.
Tanggal 25 Januari 1878, Denison Daily News menulis bahwa petani lokal bernama John Martin, melaporkan penampakan objek terbang yang besar, gelap, dan bulat menyerupai balon terbang “dengan kecepatan yang menakjubkan”. Ia membandingkan ukuran objek tersebut saat berada di atas kepalanya sebagai “piring yang besar”.
Insiden Fátima atau “Keajaiban dari Matahari”, disaksikan puluhan orang di antara ribuan orang di Fátima, Portugal 13 Oktober 1917, dipercaya oleh beberapa peneliti bahwa kejadian itu benar-benar merupakan peristiwa penampakan piring terbang.
Dalam masa Perang Dunia II, Eropa dan Jepang yang sedang berseteru juga melaporkan UFO. Bentuknya adalah bola bercahaya dan ada pula yang mengikuti pesawat terbang.
Pada tangal 25 Februari 1942, tentara Amerika Serikat mendeteksi pesawat terbang tak dikenal, yang diamati lewat pandangan mata dan pada radar di atas Los Angeles, wilayah California. Asal-usul pesawat tersebut tidak pernah diketahui. Insiden tersebut kemudian dikenal sebagai ”Pertempuran Los Angeles”, atau ”Peyerangan udara di pesisir barat”.

Beragam Teori
Adanya berbagai laporan tentang UFO, menimbulkan beragam teori. Ada yang berpendapat bahwa UFO adalah kendaraan yang digunakan oleh mahluk asing (alien). Ada pula yang mencurigai bahwa benda-benda tersebut adalah senjata rahasia militer. Namun teori-teori semacam itu, hingga kini belum ada yang memiliki kekuatan ilmiah.
Salah satu sebabnya karena ilmu yang menyelidiki mengenai BETA, Ufologi, masih cenderung dianggap sebagai pseudo science (ilmu palsu) akibat sulitnya mendapatkan bukti-bukti atau data-data ilmiah yang bisa dikembangkan menjadi teori ilmiah.
Dari hasil penelitian para ilmuwan dan kalangan militer, diketahui sekitar 90% hingga 95% laporan penampakan BETA adalah kesalahan identifikasi, fenomena alam, atau tipuan yang sengaja dibuat, sedangkan 5% sisanya tetap menjadi misteri yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan modern walaupun data yang dikumpulkan cukup lengkap.
Banyak peneliti yang mencoba menanggapi fenomena BETA dan memberi penjelasan yang masuk akal. Ilmuwan Canada menemukan hubungan antara fenomena BETA dengan gempa bumi.
Menurutnya, tekanan pada batuan sebelum gempa bumi dapat menghasilkan medan listrik kuat dan cahaya aneh. Hasil penelitian Angkatan Udara AS menyatakan bahwa fenomena penampakan BETA sebagian besar merupakan fenomena alam, termasuk penampakan meteor, gejala autokinesis, dan gangguan emosional. Lalu apakah penampakan UFO di Jatim merupakan pertanda bahwa akan ada bencana besar ? Jawaban dari pertanyaan itu, saat ini masih menjadi rahasia Tuhan. (Purwoko Adi Seno)

Sumber: http://www.detik.com dan Wikipedia Indonesia.

2 thoughts on “UFO Kunjungi Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s