Benarkah Big Bang Adalah Awal Alam Semesta

BUMI tempat kita berpijak ini, sejak awalnya memang bukan tempat yang 100 persen aman bagi mahluk hidup, termasuk manusia. Bencana demi bencana terjadi. Namun sesungguhnya semua itu merupakan bagian dari mata rantai yang terentang sejak awal pembentukan planet ini.
Proses pembentukan bumi, merupakan bagian dari pembentukan alam semesta. Seorang astronom Amerika Serikat bernama Edwin Hubble. Pada tahun 1929, dia melakukan observasi dan melihat galaksi yang jauh, bergerak dengan kecepatan tinggi selalu dan menjauhi bumi.
Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang.
Hal ini membuatnya memperkirakan bahwa alam ini terbentuk dari sebuah ledakan dahsyat 13.700 juta tahun silam. Saat itu sebuah inti atom meledak dahsyat dan melontarkan materi ke segala penjuru dengan kecepatan kurang dari satu detik. Hingga kini, teori ini disebut dengan nama Big Bang (ledakan besar).
Setelah ledakan itu hingga jutaan tahun berikutnya, alam semesta masih terus mengembang dan mendingin. Laju pengembangannya itu, oleh Hubble diperkirakan mencapai 5%-10% per seribu juta tahun. Demikian seterusnya, namun dengan kelajuan yang semakin kecil. Namun begitu, laju itu tidak benar-benar mencapai nol.
Materi-materi yang mengisi alam semesta akibat ledakan besar ini, kemudian membentuk tata surya, bintang, planet, debu kosmis, asteroid/meteor, energi, dan partikel lainnya di alam semesta ini.
Di sekeliling Matahari (sebenarnya bintang), kemudian terdapat awan debu dan gas. Benda-benda itulah yang kemudian berkelompok, mendingin, dan memadat. Kemudian terbentuklah planet-planet, termasuk bumi.
Dalam waktu sekitar 10 juta tahun, Bumi sudah mencapai 63% dari ukurannya saat ini. Para ahli juga memperkirakan, 30 juta tahun silam terjadi tabrakan dengan obyek seukuran Mars. Materi bumi pun bertambah jutaan hingga miliaran ton. Sebagian materi lain juga tersebar di ruang angkasa, dan akhirnya berevolusi membentuk bulan.
Kelemahan
Teori Big Bang itu merupakan salah satu yang dibuat oleh para ahli. Walau terkenal dan digunakan secara luas, namun kemungkinan kesalahannya tetap ada. Menurut Steinhardt dan Turok, teori tersebut memiliki kekurangan yakni tidak menjelaskan awal dan akhir proses Big Bang.
Dalam sebuah jurnal ilmu pengetahuan, Steinhardt dan Turok menguraikan bahwa Big Bang hanyalah salah satu bagian dari pembuatan semesta, tapi bukan pelopor dari kelahiran semesta.
”Waktu tidak mesti memiliki awal,” ujar Steinhardt dalam wawancara telepon dengan Associated Press.
Ia mengatakan bahwa teori waktu sebenarnya hanya transisi atau tahap evolusi dari fase, sebelum semesta ada ke fase perluasan semesta yang ada saat ini.
Para ilmuwan yang menyokong teori Big Bang melihat ekspansi semesta ditentukan oleh sejumlah energi yang memperlambat dan mempercepat ekspansi.
Energi yang memperlambat ekspansi ini kemudian bergerombol dalam galaksi, bintang dan planet. Sedangkan energi yang mempercepat ekspansi, diistilahkan sebagai “energi gelap”. Steinhardt dan Turok juga mengemukakan “energi ke tiga”. Bahkan dia membuat presentase bahwa energi biasa di alam semesta hanya 30 %.
70 % lainnya adalah energi-energi yang unik, termasuk energi gelap. Percepatan ekspansi alam semesta didorong oleh “energi gelap” yang menyatukan sejumlah zat dan energi.
“Energi ini, sekali mengambil alih semesta, mendorong segala seuatu pada pusat percepatan. Sehingga semesta akan berukuran dua kali lipat setiap 14 hingga 15 miliar tahun sepanjang ada energi gravitasi yang mendominasi semesta,” ujar Steinhardt.
Menurutnya, Big Bang juga terjadi akibat energi gelap ini. Dengan kata lain, menurut kedua ahli itu, alam semesta sebenarnya sudah ada sebelum dentuman besar terjadi.
Dengan adanya dua teori tersebut, berarti tidak ada satu teori pun yang dianggap paling benar dalam menjelaskan pembentukan alam semesta. Namun bagi orang-orang beragama, mereka akan sangat meyakini bahwa ada semua itu dikendalikan oleh Tuhan dan semua itu masih menjadi rahasia-Nya. (Purwoko Adi Seno)

Referensi : Sinar Harapan (29 April 2002), Wikipedia Indonesia, dan PPARC News Release M.M Woolfson. The Origin and Evolution of the Solar System

3 thoughts on “Benarkah Big Bang Adalah Awal Alam Semesta

  1. 1 tahun menjelang ledakan bing bang ada apa ya disana ?
    1 milyard tahun sebelum big bang ada apa ya disana?
    apakah dimulainya perhitungan waktu sejak big bang tetap relevan?
    kalau umur Allah – tak hingga sd + tak hingga , bisa jadi Allah menciptakan alam semesta tidak hanya satu !? kalau orang jowo bilang … uakeehh … bisa-bisa 1 milyard alam semesta atau 5 alam semesta saja … silahkan dipikir …he he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s