Energi Alternatif, Apa Kabar ?

Kini, setelah hingar bingar kenaikan harga BBM hilang, berbagai tulisan di media massa tentang energi alternatif pun lenyap. Kini perhatian masyarakat diarahkan oleh berbagai media, untuk mencermati persoalan-persoalan lain seperti verifikasi partai politik.

Lalu apakah dengan begitu persoalan kenaikan harga BBM lantas usai ?  Tentu saja tidak. Kenaikan harga BBM akan tetap menjadi hantu bagi rakyat, terutama kelas menengah dan bawah. Mereka bakal menjadi frustasi, lantaran pemerintah yang seharusnya menjadi pelindung, ternyata tak melakukan upaya yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Sebenarnya, berbagai persoalan tersebut dapat diselesaikan, kalau sejak dulu pemerintah sudah mengembangkan enegri alternatif. Seperti kita ketahui, Indonesia sebagai sebuah negeri tropis sebenarnya kaya akan potensi itu.

Sinar matahari misalnya. Hampir setiap pagi hingga sore, negeri ini selalu mendapat cahaya matahari. Sementara itu di sisi lain, teknologi untuk mengubah cahaya mentari menjadi energi listrik, juga bukan sesuatu yang baru.

Dulu, pada tahun 1985 saat saya masih duduk di bangku SMP, guru elektronika pernah mengajarkan cara sederhana untuk memanfaatkan energi surya ini.

Saat itu para siswa disuruh mencari transistor topi bekas di pasar loak. Komponen tersebut kemudian dikumpulkan, dan satu persatu bagian atasnya dikupas.

Kutup-kutupnya kemudian dirangkai secara seri dan paralel. Jajaran transistor topi itu, kemudian dijemur di bawah terik cahaya matahari. Hasilnya, peralatan itu ternyata kemudian bisa menghasilkan arus listrik.

Kini, untuk mengubah energi surya menjadi listrik telah ada sel-sel surya yang dijual perpaket dengan harga sekitar Rp 500.000. Sayangnya, penggunaan sel-sel surya seperti ini kemudian tak berusaha dikembangkan oleh pemerintah.

Padahal, seandainya setiap rumah bisa menggunakan dua hingga empat rangkaian panel surya, maka jumlah energi listrik PLN bisa dihemat. Selanjutnya, hal ini juga berarti penghematan BBM, batu bara, dan gas yang digunakan untuk pembangkitnya.

Mungkin pemerintah takut kalau energi alternatif ini berkembang, bisnis listrik di negeri bakal bangkrut. Tentu saja, karena rakyat kemudian tak lagi terlalu memerlukan PLN. (Purwoko Adi Seno)

One thought on “Energi Alternatif, Apa Kabar ?

  1. Saya Danan, 29 Th,
    saya seorang pengusaha muda (UKM)
    Jauh sebelum orang meributkan efisiensi energi dan energi alternatif, kami sudah melakukan penelitian selama 6 Tahun terakhir tentang tungku sekam, dan baru kami jual secara masal setelah saya memutuskan untuk usaha sendiri 2 tahun yang lalu.

    modal awal kami 1,5 jt waktu itu, Alhamdulillah setelah mulai lancar kami berhasil menjual 23 unit tersebar dari Banyuwangi hingga Tegal.

    hari ini saya membaca berita dari liputan enam (14 oktober 2008) tentang kayu sebagai bahan bakar alternatif ungulan, saya antara antara mendukung dan menolak pendapat ini. Mendukung karena mungkin menciptakan lapangan kerja baru, menolak karena sebetulnya ada yang lain selain kayu yang juga ungulan yang mungkin tidk merusak ekosistem alam akibat penebangan kayu yang berlebihan. bahan bakar dari produk yang kami buat adalah dari sekam, serbuk kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, serabut kelapa, jerami kering bahkan daun kering. coba dibandingkan, lebih baik mana dibandingkan dengan kayu.

    saya pikir didepan mata kita sudah tersedia sumber energi terbaharui dengan sangat murah, cuman mungkin orang indonesia saja yang kurang mau tahu. di desa tempat saya tinggal para penduduk mulai kami pengaruhi sedikit demi sedikit untuk meninggalkan elpiji dan beralih ke tungku sekam rumah tangga buatan kami. pertimbangannya simple, karena faktor kebisaan dan perasaan kalo elpiji naik lagi gimana, sedangkan sekam, jerami dam serbuk kayu melimpah didesa kami. kalo dikota mungkin teknologi ini belum bisa diterima. Yang dikawatirkan selama ini kalo timbul polusi asap dari pembakaran, kami sudah bisa atasi, artinya bebas polusi asap.

    cuma, kami hanya sebuah UKM dengan masalah klise.
    Mohon Kami diberikan Informasi tentang program
    yang berkaitan dengan Tungku sekam yang kami produksi

    Bagaimana caranya untuk menjalin kerjasama agar produk kami dapat dinikmati lebih luas oleh semua masyarakat

    untuk informasi keseriuasan kami bisa diperoleh dari
    http://www.santosorising.com

    Kami bersedia memberikan informasi tambahan yang mungkin diperlukan

    Terimakasih

    Danan Eko Cahyono, ST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s