Gempa di Laut Penyebab Tsunami

SEBAGAI negara kepulauan, Indonesia memiliki laut yang cukup luas. Luas laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2, atau mendekati 70% dari luas keseluruhan negara Indonesia. Dengan kata lain, sebagian besar wilayah negeri ini adalah lautan.

Pada satu sisi, laut merupakan salah satu sumber kekayaan alam. Dari tempat itulah, kita bisa mengonsumsi beragam jenis ikan dan mamalia air. Bahkan dalam beberapa bulan ini, menu-menu istemwa seperti hiu bakar pun sudah mulai bisa kita nikmati dengan harga relatif murah.

Namun di balik semua keuntungan tersebut, dari laut pula bangsa ini beberapa kali ditimpa bencana. Salah satunya gempa bumi dahsyat di lepas pantai barat Aceh Samudra Hindia, 26 Desember 2004.

Gempa pada pukul 7:58:53 WIB ini, menimbulkan tsunami hebat dan menewaskan lebih dari 150.000 jiwa. Pusat gempa terletak pada bujur 3,298° LU dan 95,779 BT kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Asia Tenggara dan Asia Selatan. (Data selanjutnya di http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004)

Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi. Seperti pernah dikemukakan di bagian terdahulu, gempa adalah akibat pelepasan energi.  Gempa tersebut kemudian menyebabkan ada bagian dasar laut yang terangkat secara tiba-tiba.

Dalam berbagai simulasi, terangkat atau turunnya dasar laut secara tiba-tiba ini mengakibatkan munculnya gelombang besar.

Pada peristiwa tsunami, gelombang tersebut memang tak terlalu tinggi di atas pusat gempa. Namun demikian, gelombang air kemudian bergerak dengan kecepatan tinggi, setara dengan laju pesawat jet supersonik.

Saat mendekati daratan, laut menjadi kian dangkal. Sesampai di kawasan ini, laju tsinami memang mulai berkurang. Sebaliknya, gelombang menjadi kian tinggi dan besar. Ini mirip buldozer raksasa yang menyerbu dari arah laut dengan kecepatan tinggi.

Selain Aceh, Senin 17 Juli 2006 lalu tsunami akibat gempa tektonik juga pernah terjadi di pantai selatan Pulau Jawa. Hingga pukul 11.00 WIB Rabu (19/7), jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di pantai selatan Pulau Jawa mencapai 453 orang dan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Tsunami di Pangandaran, Rabu siang, jumlah korban tewas di Kabupaten Ciamis sebanyak 241 orang, di Tasikmalaya 56, dan Kabupaten Garut 1 orang. Daerah terparah diterjang tsunami ini di Jawa Barat adalah Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Sedangkan jumlah korban tewas di Cilacap 116 orang dan di Kebumen 39. (Purwoko Adi Seno)

 

About these ads

11 pemikiran pada “Gempa di Laut Penyebab Tsunami

  1. Ping-balik: Tsunami, Gelombang yang Menghancurkan « guswik

  2. asal lo semua tau gan,,tsunami di Aceh terjadi karena Peledakan Nuclear milik Amerika yang dibawa menggunakan kapal selam dan sengaja diledakkan..Fuck America..!! dan amerika benci yg namana ISLAM,gan..!!,,lo tau cndri kan,,klo penduduk Indonesia mayoritas ISLAM

  3. Ping-balik: Gempa Di Laut Penyebab Tsunami | SuhaeriEducation

  4. Ping-balik: Tsunami Dan Sistem Peringatan Terhadap Tsunami | SuhaeriEducation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s